asma

ASMA

1.      Permasalahan

Perlunya pengetahuan lebih lanjut tentang penyakit asma dan pengobatannya, macam-macam bentuk sediaan obat asma yang bisa digunakan beserta cara penggunaannya, terutama dalam penggunaan inhaler.

2.      Judul dan Topik

Asma dan Pengobatannya

3.      Sasaran

Pasien dan keluarga penderita Asma di ASKES Rawat Jalan

4.      Tujuan

          Memberikan pengetahuan lebih lanjut kepada pasien tentang segala sesuatu mengenai penyakit asma termasuk jenis asma beserta pengobatannya.

          Memahami tentang cara penggunaan inhaler.

5.      Metode

Ceramah  (kelompok) disertai dengan Tanya jawab.

6.      Sarana

o       Laptop

o       LCD

o       Leaflet

 

 

7.      Pelaksanaan edukasi

Materi           :  Asma dan Pengobatannya

Waktu           : 26 Maret 2008, pukul 09.00 – 11.00 WIB

Sasaran         : Pasien rawat jalan ASKES

Tempat          : Apotek rawat jalan ASKES

8.      Materi

Definisi Asma

Asma adalah penyakit saluran pernapasan. Saluran pernapasan berbentuk seperti cabang pohon yang semakin ke dalam akan semakin mengecil. Saat asma kambuh, saluran pernapasan akan mengkerut & membengkak serta menghasilkan banyak lendir. Pada kondisi tersebut, saluran pernapasan akan menyempit, sehingga pasien mengalami sesak napas, napas berbunyi/ mengi, tersengal-sengal, batuk & dahak berlebihan. Pada serangan asma berat, mengi akan disertai gejala lain, seperti sianosis (muka pucat kebiruan), gelisah, sukar bicara, takikardi (denyut jantung cepat).

 

Asma diklasifikasikan menjadi 3 jenis :

Jenis Asma

Definisi

1.Asma bronchiale

Keadaan asma yang ditandai dengan adanya inflamasi, peningkatan permeabilitas dinding vaskular, edema saluran nafas, infiltrasi sel-sel radang, sekresi mukus, dan fibrosis sub epitel sehingga menimbulkan hiper reaktivitas saluran nafas.

2.Status Asmaticus

keadaan asma yang hebat, yakni penciutan bronchi menjadi lebih kuat dan bertahan lama, yang biasanya berlangsung berhari-hari (sampai lebih dari 24 jam) dan tidak dapat ditanggulangi dengan cara pengobatan biasa

Ciri-ciri lain : takikardia, dan tidak bisa berbicara lancar (tersendat-sendat) akibat nafas tersengal-sengal.

3. Asma alergis

keadaan asma  yang pada umumnya ditemukan pada masa kanak-kanak dan didahului dengan alergi lain, seperti eczema.  Biasanya dipengaruhi faktor genetik.

 

Gejala Klinik

Seseorang dapat dinyatakan menderita asma dengan adanya penegakkan diagnosa dari dokter. Namun asma seringkali muncul dengan tanda dan gejala seperti berikut:

n      saluran pernapasan akan mengkerut & membengkak serta menghasilkan banyak lendir

n       sesak napas

n      nafas pendek

n      dada terasa terbakar

n      napas berbunyi/ mengi, tersengal-sengal

n      batuk & dahak berlebihan

n      kulit pucat

n      jantung berdebar – debar

n      dada menggembung 

Faktor –faktor pemicu Asma

¨      Faktor genetik

¨      Faktor lingkungan:  serbuk sari, debu, polusi, bulu binatang, udara dingin

¨      Aktivitas : olahraga, pekerjaan berat, stres, emosi.

¨      Cuaca

¨      Polusi

 

Proses terjadinya Asma

 

PENGINDUKSI

Allergen, zat kimia,

pollutan udara, infeksi virus

Hiperresponsif

saluran nafas

Keterbatasan

pernapasan

Pemicu :

Allergen

Aktivitas

Udara dingin

Debu

Asap

Inflamasi

(Radang)

Gejala :

Batuk, mengi,

dada berat, sesak

 

Penggolongan Obat-Obat Asma

Anti- alergi : zat-zat yang menstabilkan sel mast, sehingga tidak

                     pecah dan mengakibatkan terlepasnya histamin,

                     yang merupakan mediator peradangan lainnya.

Contoh : Kromoglikat dan nedocromil

Bronchodilator:  dengan cara:

– Merangsang sistem adrenergis dengan adrenergika

   Contoh : Salbutamol, Terbutalin, Tretoquinol, fenoterol, rimiterol, prokaterol, klenbuterol, klenbuterol.

   Menghambat sistem kolinergis dengan antikolinergika, juga dengan teofilin (derivat ksantin).

Contoh anti kolinergik: Ipratropium, Detropin, Tiazinamium.

Derivat ksantin: merelaksasi bronchus dengan blokade reseptor adenosin.

Contoh : Teofillin, Aminofilin, Kolinteofinilat.

Kortikosteroid

Contoh: Hidrokortison, Prednison, Deksametason.

 Inhalasi à Beklometason, Flutikason, Budisonida.

Mukolitik

Contoh: Bromheksin, Ambroxol, Kalium Iodida, Amonium Klorida.

Anti Histaminika

Contoh: Ketotifen, Oksatomida.

Bentuk sediaan obat asma, antara lain:

 

1.      Obat minum/oral (tablet, sirup)

Contoh:  Dexametason, Prednison, Salbutamol

 

2.      Obat inhaler

Contoh:  Beklometason (Becotide inhaler), Budenoside (Rhinocort inhaler), Salbutamol (Ventolin inhaler, Combifen i nhaler)

3.      Injeksi/suntikan

Cara penggunaan inhaler

 

1.      Kocok inhaler,

2.      Buka tutup inhaler dan pegang pada posisi menghadap keatas.

3.      Atur derajat kemiringan kepala menghadap lurus kedepan, dan tarik nafas panjang,

4.      Atur jarak pemakaian pada semua pasien, khususnya pada anak-anak dan usia lanjut. (Lihat gambar B).

5.      Tekan inhaler kearah bawah untuk melepaskan obat sebagai awal memulai pernafasan secara perlahan.

6.      Bernafaslah secara perlahan selama 3-5 detik.

7.      Tahan nafas selama 10 detik agar obat masuk sampai ke paru-paru.

8.      Ulangi secara langsung untuk semprotan (puff) berikutnya. Tunggu 1 menit antara semprotan (puff), agar semprotan kedua dapat masuk lebih baik ke paru-paru.

9.      Bersihkan mulut setelah penggunaan inhaler.

 

Gambar A

Gambar B

Gambar C

 

 

 

 

Pada gambar A atau B merupakan cara pakai yang paling efektif, tapi gambar C dapat digunakan pada orang yang tidak bisa menggunakan cara A atau B.

Tips untuk pasien 

Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegah serangan asma :

  • Kenali hal-hal yang dapat memicu terjadinya serangan asma & sedapat mungkin hal tersebut.
  • Rajin ke dokter 2-3 kali dalam setahun, walaupun merasa sehat/ tidak ada keluhan dalam bernapas.
  • Gunakan peak expiratory flow meter untuk memantau kondisi penyakit asma pasien. Gunakan obat sesuai dengan resep dokter pada waktu & dosis yang tepat. Bila lupa minum obat, minumlah segera setelah ingat, tetapi jangan minum langsung 2x dosis.
  • Untuk sediaan lepas lambat (teofilin SR) ,obat jangan dikunyah maupun dihancurkan karena obat ini seharusnya dilepas perlahan ke dalam tubuh sesuai waktu tertentu.

      Bila obat ini dikunyah/ dihancurkan maka obat akan sekaligus lepas sehingga jumlahnya dalam tubuh akan berlebihan.

  • Bawalah inhaler kemanapun Anda pergi. Ikutilah petunjuk penggunaan inhaler agar efek obat yang diharapkan dalam paru-paru dapat tercapai maksimal. Hubungi Apoteker untuk pemakaian inhaler yang tepat.

Segera kembali ke dokter bila :

Ø      Pemakaian obat  menjadi lebih sering atau obat tidak dapat menangani serangan asma.

Ø      Efek samping obat terjadi.

Ø      Tidak dapat tidur di malam hari karena batuk/ napas berbunyi.

Ø      Mengalami sesak napas yang lebih sering dari biasanya.

 

9.      Dokumentasi (hasil dan Tanya jawab)

T    :  Sediaan inhaler bisa disimpan sampai berapa lama?

J    : Inhaler bisa digunakan sampai masa Expired Date yang sudah tersedia. Kualitas inhaler juga dipengaruhi oleh frekuensi penggunaan dan cara penyimpanan yang benar, yaitu di tempat yang sejuk dan tidak terkena cahaya secara langsung.

T    : Kenapa dalam brosur tertera bahwa asma tidak dapat disembuhkan, padahal Allah yang memutuskan pasien untuk sembuh atau tidak?

J    :  Tujuan dari pengobatan asma hanya bersifat menghilangkan gejala dan mengurangi frekuensi (seringnya) serangan asma. Kekambuhan asma dipengaruhi oleh alergen yang masuk seperti bulu kucing, debu, serbuk sari, dan sebagainya. Jadi selama ini sifat pengobatan asma hanya bersifat simptomatik (menghilangkan gejala). Masalah kesembuhan memang Allah yang menentukan, manusia hanya bisa berusaha.                                                                                                      

T    :  Apakah penyakit asma dapat kambuh pada ruangan AC?

J  : Bisa saja, tergantung dari kekebalan tubuh seseorang (Pasien resiko asma) terhadap faktor pemicu berupa udara dingin.

T    : Penyakit asma bisa diderita karena faktor genetik, pasti/ tidak??

J   : Iya, faktor keturunan merupakan salah satu faktor resiko seseorang   menderita asma, selain dari kepekaan seseorang terhadap alergen yang masuk. Serangan asma dapat diminimalisir dengan pola hidup yang sehat, antara lain dengan menjaga kebersihan dan menghindari faktor pencetus asma.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: