pemesanan

Januari 21, 2009

untuk pemesanan bisa mengirim Email ke mister_apoteker@yahoo.com

harga tiap ebook adalah 4000 rupiah..

jumlah pemesanan tidak dibatasi, dan bisa memilih sesuai kebutuhan anda…

asma

Januari 21, 2009

ASMA

1.      Permasalahan

Perlunya pengetahuan lebih lanjut tentang penyakit asma dan pengobatannya, macam-macam bentuk sediaan obat asma yang bisa digunakan beserta cara penggunaannya, terutama dalam penggunaan inhaler.

2.      Judul dan Topik

Asma dan Pengobatannya

3.      Sasaran

Pasien dan keluarga penderita Asma di ASKES Rawat Jalan

4.      Tujuan

          Memberikan pengetahuan lebih lanjut kepada pasien tentang segala sesuatu mengenai penyakit asma termasuk jenis asma beserta pengobatannya.

          Memahami tentang cara penggunaan inhaler.

5.      Metode

Ceramah  (kelompok) disertai dengan Tanya jawab.

6.      Sarana

o       Laptop

o       LCD

o       Leaflet

 

 

7.      Pelaksanaan edukasi

Materi           :  Asma dan Pengobatannya

Waktu           : 26 Maret 2008, pukul 09.00 – 11.00 WIB

Sasaran         : Pasien rawat jalan ASKES

Tempat          : Apotek rawat jalan ASKES

8.      Materi

Definisi Asma

Asma adalah penyakit saluran pernapasan. Saluran pernapasan berbentuk seperti cabang pohon yang semakin ke dalam akan semakin mengecil. Saat asma kambuh, saluran pernapasan akan mengkerut & membengkak serta menghasilkan banyak lendir. Pada kondisi tersebut, saluran pernapasan akan menyempit, sehingga pasien mengalami sesak napas, napas berbunyi/ mengi, tersengal-sengal, batuk & dahak berlebihan. Pada serangan asma berat, mengi akan disertai gejala lain, seperti sianosis (muka pucat kebiruan), gelisah, sukar bicara, takikardi (denyut jantung cepat).

 

Asma diklasifikasikan menjadi 3 jenis :

Jenis Asma

Definisi

1.Asma bronchiale

Keadaan asma yang ditandai dengan adanya inflamasi, peningkatan permeabilitas dinding vaskular, edema saluran nafas, infiltrasi sel-sel radang, sekresi mukus, dan fibrosis sub epitel sehingga menimbulkan hiper reaktivitas saluran nafas.

2.Status Asmaticus

keadaan asma yang hebat, yakni penciutan bronchi menjadi lebih kuat dan bertahan lama, yang biasanya berlangsung berhari-hari (sampai lebih dari 24 jam) dan tidak dapat ditanggulangi dengan cara pengobatan biasa

Ciri-ciri lain : takikardia, dan tidak bisa berbicara lancar (tersendat-sendat) akibat nafas tersengal-sengal.

3. Asma alergis

keadaan asma  yang pada umumnya ditemukan pada masa kanak-kanak dan didahului dengan alergi lain, seperti eczema.  Biasanya dipengaruhi faktor genetik.

 

Gejala Klinik

Seseorang dapat dinyatakan menderita asma dengan adanya penegakkan diagnosa dari dokter. Namun asma seringkali muncul dengan tanda dan gejala seperti berikut:

n      saluran pernapasan akan mengkerut & membengkak serta menghasilkan banyak lendir

n       sesak napas

n      nafas pendek

n      dada terasa terbakar

n      napas berbunyi/ mengi, tersengal-sengal

n      batuk & dahak berlebihan

n      kulit pucat

n      jantung berdebar – debar

n      dada menggembung 

Faktor –faktor pemicu Asma

¨      Faktor genetik

¨      Faktor lingkungan:  serbuk sari, debu, polusi, bulu binatang, udara dingin

¨      Aktivitas : olahraga, pekerjaan berat, stres, emosi.

¨      Cuaca

¨      Polusi

 

Proses terjadinya Asma

 

PENGINDUKSI

Allergen, zat kimia,

pollutan udara, infeksi virus

Hiperresponsif

saluran nafas

Keterbatasan

pernapasan

Pemicu :

Allergen

Aktivitas

Udara dingin

Debu

Asap

Inflamasi

(Radang)

Gejala :

Batuk, mengi,

dada berat, sesak

 

Penggolongan Obat-Obat Asma

Anti- alergi : zat-zat yang menstabilkan sel mast, sehingga tidak

                     pecah dan mengakibatkan terlepasnya histamin,

                     yang merupakan mediator peradangan lainnya.

Contoh : Kromoglikat dan nedocromil

Bronchodilator:  dengan cara:

– Merangsang sistem adrenergis dengan adrenergika

   Contoh : Salbutamol, Terbutalin, Tretoquinol, fenoterol, rimiterol, prokaterol, klenbuterol, klenbuterol.

   Menghambat sistem kolinergis dengan antikolinergika, juga dengan teofilin (derivat ksantin).

Contoh anti kolinergik: Ipratropium, Detropin, Tiazinamium.

Derivat ksantin: merelaksasi bronchus dengan blokade reseptor adenosin.

Contoh : Teofillin, Aminofilin, Kolinteofinilat.

Kortikosteroid

Contoh: Hidrokortison, Prednison, Deksametason.

 Inhalasi à Beklometason, Flutikason, Budisonida.

Mukolitik

Contoh: Bromheksin, Ambroxol, Kalium Iodida, Amonium Klorida.

Anti Histaminika

Contoh: Ketotifen, Oksatomida.

Bentuk sediaan obat asma, antara lain:

 

1.      Obat minum/oral (tablet, sirup)

Contoh:  Dexametason, Prednison, Salbutamol

 

2.      Obat inhaler

Contoh:  Beklometason (Becotide inhaler), Budenoside (Rhinocort inhaler), Salbutamol (Ventolin inhaler, Combifen i nhaler)

3.      Injeksi/suntikan

Cara penggunaan inhaler

 

1.      Kocok inhaler,

2.      Buka tutup inhaler dan pegang pada posisi menghadap keatas.

3.      Atur derajat kemiringan kepala menghadap lurus kedepan, dan tarik nafas panjang,

4.      Atur jarak pemakaian pada semua pasien, khususnya pada anak-anak dan usia lanjut. (Lihat gambar B).

5.      Tekan inhaler kearah bawah untuk melepaskan obat sebagai awal memulai pernafasan secara perlahan.

6.      Bernafaslah secara perlahan selama 3-5 detik.

7.      Tahan nafas selama 10 detik agar obat masuk sampai ke paru-paru.

8.      Ulangi secara langsung untuk semprotan (puff) berikutnya. Tunggu 1 menit antara semprotan (puff), agar semprotan kedua dapat masuk lebih baik ke paru-paru.

9.      Bersihkan mulut setelah penggunaan inhaler.

 

Gambar A

Gambar B

Gambar C

 

 

 

 

Pada gambar A atau B merupakan cara pakai yang paling efektif, tapi gambar C dapat digunakan pada orang yang tidak bisa menggunakan cara A atau B.

Tips untuk pasien 

Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegah serangan asma :

  • Kenali hal-hal yang dapat memicu terjadinya serangan asma & sedapat mungkin hal tersebut.
  • Rajin ke dokter 2-3 kali dalam setahun, walaupun merasa sehat/ tidak ada keluhan dalam bernapas.
  • Gunakan peak expiratory flow meter untuk memantau kondisi penyakit asma pasien. Gunakan obat sesuai dengan resep dokter pada waktu & dosis yang tepat. Bila lupa minum obat, minumlah segera setelah ingat, tetapi jangan minum langsung 2x dosis.
  • Untuk sediaan lepas lambat (teofilin SR) ,obat jangan dikunyah maupun dihancurkan karena obat ini seharusnya dilepas perlahan ke dalam tubuh sesuai waktu tertentu.

      Bila obat ini dikunyah/ dihancurkan maka obat akan sekaligus lepas sehingga jumlahnya dalam tubuh akan berlebihan.

  • Bawalah inhaler kemanapun Anda pergi. Ikutilah petunjuk penggunaan inhaler agar efek obat yang diharapkan dalam paru-paru dapat tercapai maksimal. Hubungi Apoteker untuk pemakaian inhaler yang tepat.

Segera kembali ke dokter bila :

Ø      Pemakaian obat  menjadi lebih sering atau obat tidak dapat menangani serangan asma.

Ø      Efek samping obat terjadi.

Ø      Tidak dapat tidur di malam hari karena batuk/ napas berbunyi.

Ø      Mengalami sesak napas yang lebih sering dari biasanya.

 

9.      Dokumentasi (hasil dan Tanya jawab)

T    :  Sediaan inhaler bisa disimpan sampai berapa lama?

J    : Inhaler bisa digunakan sampai masa Expired Date yang sudah tersedia. Kualitas inhaler juga dipengaruhi oleh frekuensi penggunaan dan cara penyimpanan yang benar, yaitu di tempat yang sejuk dan tidak terkena cahaya secara langsung.

T    : Kenapa dalam brosur tertera bahwa asma tidak dapat disembuhkan, padahal Allah yang memutuskan pasien untuk sembuh atau tidak?

J    :  Tujuan dari pengobatan asma hanya bersifat menghilangkan gejala dan mengurangi frekuensi (seringnya) serangan asma. Kekambuhan asma dipengaruhi oleh alergen yang masuk seperti bulu kucing, debu, serbuk sari, dan sebagainya. Jadi selama ini sifat pengobatan asma hanya bersifat simptomatik (menghilangkan gejala). Masalah kesembuhan memang Allah yang menentukan, manusia hanya bisa berusaha.                                                                                                      

T    :  Apakah penyakit asma dapat kambuh pada ruangan AC?

J  : Bisa saja, tergantung dari kekebalan tubuh seseorang (Pasien resiko asma) terhadap faktor pemicu berupa udara dingin.

T    : Penyakit asma bisa diderita karena faktor genetik, pasti/ tidak??

J   : Iya, faktor keturunan merupakan salah satu faktor resiko seseorang   menderita asma, selain dari kepekaan seseorang terhadap alergen yang masuk. Serangan asma dapat diminimalisir dengan pola hidup yang sehat, antara lain dengan menjaga kebersihan dan menghindari faktor pencetus asma.

contoh konseling

Januari 21, 2009

KONSELING

A.     Pendahuluan

Salah satu peran profesi farmasis yang sekarang semakin berkembang di Indonesia adalah farmasis sebagai konsultan obat, tidak hanya untuk sejawat kesehatan lain tetapi langsung kepada pasien. Salah satu hal yang paling menonjol dari interaksi seorang farmasis dengan pasien adalah konseling terutama mengenai obat yang digunakan pasien. Konseling itu sendiri adalah suatu penyeampaian tatap muka mengenai obat oant kepada pasien baik lisan maupun oral.

Tujuan utama dilakukannya konseling adalah untuk meningkatkan kepatuhan pasien terhadap terapi yang dijalaninya. Selain itu,fungsi lain diantaranya sebagai konsultasi obat, dan juga untuk melakukan tindakan pencegahan terhadap adanya kemungkinan terjadinya kejadian – kejadian terkait reaksi obat yang tidak dikehendaki ( DRP ).

Salah satu kegiatan farmasis dan calon farmasis yang dilakukan di RSAL Dr Ramelan adalah konseling yang diberikan kepada pasien, dalam hal ini mahasiswa atau calon farmasis melakukan kegiatan konseling di Apotek URJ.

Obyek pasien yang diberikan konseling :

1.      Mempunyai masalah kesehatan komplikasi

2.      Terapi obat yang lebih dari lima / polifarmasi

3.      Pasien y ang mendapat perhatian khusus seperti obat yang mempunyai IT sempit, obat yang diketahui potensial menyebabkan interaksi, dll

4.      Pasien mendapat obat yang memerlukan teknik khusus dalam pemakaiannya seperti suppositoria, inhaler, tetes mata

5.      Pasien dengan kondisi khusus seperti pasien wanita hamil, menyusui, pediatrik

Beberapa tujuan konseling lain adalah :

1.      Meningkatkan kepatuhan pasien terhadap terapi yang dijalani

2.      Merupakan tanggung jawab profesi sebagai provider kesehatan

3.      Mencegah terjadinya DRP yang dapat merugikan pasien

4.      Memberikan informasi yang benar mengenai obat

5.      Meningkatkan kemampuan pasien dalam mengatasi reaksi obat yang tidak dikehendaki

6.      Menurunkan biaya pengobatan

7.      Sebagai bagian dari asuhan kefarmasian

Manfaat konseling terbagi menjadi dua, yaitu manfaat bagi farmasis, dan manfaat bagi pasien.

Manfaat bagi pasien :

1.      Meningkatkan kepatuhan pasien

2.      Mengurangi kesalahan dalam penggunaan obat

3.      Meminimalkan reaksi obat yang tidak dikehendaki

4.      Menjamin obat yang aman dan efektif

5.      Memperoleh informasi tambahan baik mengenai obat maupun panyakit

6.      Mengefektifkan biaya pengobatan

7.      Kebutuhan psikologis pasien

Manfaat bagi farmasis :

1.      Mendapatkan legalitas

2.      Menjaga status profesi sebagai tim kesehatan

3.      Meningkatkan kepuasan kerja

4.      Penerimaan ekonomi

Akibat tidak dilakukannya konseling :

1.      Kepatuhan pasien berkurang

2.      Kegagalan memahami tujuan terapi

3.      Ketidakmampuan memahami instruksi penggunaan obat

4.      Terapi bisa lebih lama dari yang seharusnya

5.      Penyakit tidak sembuh, malah bisa semakin parah

6.      Biaya pengobatan meningkat

 

B.     Konseling Pasien

1.      Nama pasien : Ny S

Pasien berobat dari poli KB, pasien baru melakukan penggantian spiral.

R/ ciprofloxacin 500 mg no x

     S 2 d d 1

     Ponstal no x

     S 3 d d 1 prn

     Kalmaag no x

     S 3 d d 1

 

Konseling yang dilakukan :

Penjelasan mengenai penyakit / kondisi pasien

Spiral merupakan alat KB yang berbahan plastik yang dililit kawat Cu atau berisi progesteron. Spiral ini memberikan perlindungan selama 3 – 5 tahun. Kawat tembaga ini akan mengubah lingkungan sekitar utersu sehingga dapat mencegah sperma membuahi sel telur. ES yang potensial diantaranya peradangan pada panggul terutama pada 3 bulan pertama setelah spiral dipasang, dan rasa sakit di tempat spiral tersebut ditanam.

Guna Terapi :

Ciprofloxacin diberikan pada Ny S karena pada penanaman spiral dimungkinkan adanya agen infeksius yang masuk sehingga terjadi infeksi. Obat ini mempunyai spektrum luas.

Ponstal diberikan bila pasien mengalami rasa sakit terutama di bagian tempat spiral tersebut ditanam, hal ini juga karena spiral berasal dari Cu yang akan mengubah kondisi uterus karena merupakan logam.

Kalmaag untuk menghindarkan pasien dari stres ulcer.

Konseling :

          Obat yang di R/ kan dengan cara minum, waktu minum, dan mekanisme obat yang mempengaruhi kondisi penyakit pasien.

          Pasien agar selalu memeriksa posisi spiral

          Pasien minum antibiotik ( ciprofloxacin ) sampai habis

          Pasien minum ponstal bila timbul rasa sakit, dan tidak perlu minum ponstal bila tidak mengalami rasa sakit

          ESO yang potelsial terjadi adalah radang pada panggul terutama pada 3 bula pertama seteleh pemasangan, dan rasas sakit di tampet pemasangan spiral

2.      Tn B

Berobat dari poli reumatologi

R/ amoksisilin no xxv

     S 3 d d 1

     Allopurinol

     S 2 d d 1

     Renadinac

     S 2 d d 1

     Diazepam 2 mg

     0 – 1 – 1

     Prednison

     S 2 d d 1

 

Konseling yang dilakukan :

Penjelasan mengenai penyakit :

Reumatik adalah suatu peradangan akibat adanya reaksi autoimun yang ditandai dengan meningkatnya asam urat.

Guna terapi :

Amoksisilin diberikan pada pasien karena menunjukan tanda-tanda infeksi seperti panas, dan tingginya kadar leukosit. Amoksisilin merupakan suatu antibiotik.

Allopurinol merupakan suatu obat urikostatik. Obat ini mampu menghambat sintesis asam urat dengan menghambat enzim yang bekerja mengubahpurinmenjadi asam urat.

Renadinac merupakan salah sat nama dagang untuk Na diklofenak. Obat ini dikombinasikan dengan prednison yang merupakan kortikosteroid untuk menghilangkan rasa sakit akibat peradangan  yang terjadi.

Diazepam 2 mg berguna sebagai relaksan otot, karena pada saat terjadi peradangan otot akan mengalami ketegangan. Selain itu obat ini membantu pasien agar dapat tidur, karena Tn B ini sangat sulit tidur karena sakit dari peradangannya.

Konseling :

          Obat yang di R/ kan dengan cara minum, waktu minum, dan mekanisme obat yang mempengaruhi kondisi penyakit pasien.

          ES yang potensial terjadi seperti gangguan pada lambung

          Modifikasi pola hidup dari pasien seperti tidak memakan makanan yang memicu timbulnya asam urat seperti makanan yang mengandung purin ( jeroan binatang, sayuran,  produk hasil laut ), dan xantin ( kopi, coklat, dan minuman berkarbonasi )

3.      Tn M

berobat di poli jantung

R/ captopril 25 mg

     S 3 d d 1

     HCT 25 mg no XV

     S ½ – 0 – 0

     Nifedipin

 

Konseling yang dilakukan :

Penjelasan singkat mengenai penyakit :

Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah melebihi normal, peninggian tensi pada minimal 2 x pengukuran. Disebut hipertrensi apabila tekanan darah sistolik diatas 140 mmHg, diastolik diatas 90 mmHg. Hipertensi ini dapat menjadi penyakit yang sangat mematikan karena dapat beresiko kepada kondisi jantung itu sendiri, ginjal, dan oragan tubuh lainnya.

Guna terapi :

Captopril merupakanobat golongan ACEI. Obat ini bekerja dengan menghambat enzim pengubah angiotensin I menjadi angiotensin II, dimana angiotensin II ini dappat menyebabkan penyempitan pembuluh darah, dan menjadi faktor penting dalam releasing aldosteron yang dapat memacu retensi Na yang memperparah keadaan hipertensi.

HCT merupakan antihipertensi golongan diuretika tiazid yang menghambat reabsorbsi Na pada tubulus distal. Obat ini menurunkan tekanan darah dengan peningkatan eksresi Na dan air yang menyebabkan berkurangnya volume ekstrasel, emnimbulkan pengurangan isi sekuncup jantung dan aliran darah ginjal. Obat ini diminum pada pagi hari.

Nifedipin merupakan obat golongan antagonis kalsium membran. Obat ini menyebabkan vasodilatasi vaskular, dan penurunan keceptan denyut jantung, sehingga kerja jantung menurun dan tekanan berkurang.

Konseling :

          Obat yang di R/ kan dengan cara minum, waktu minum, dan mekanisme obat yang mempengaruhi kondisi penyakit pasien.

          Modifikasi pola hidup / terapi noin farmakologi seperti latihan atau olah raga, mengurangi asupan garam, menghentikan merokok.

          Istirahat yang cukup.

 

 

4.      Tn MR

Berobat dari poli jantung

R/ simvastatin 10 mg

     S 0 – 1 – 1

     Diazepam 5 mg no xx

     S 2 d d 1

     Metioson

     S 2 d d 1

     Curcuma

     S 2 d d 1

 

Konseling yang dilakukan : penjelasan singkat mengenai penyakit

Hepatitis B adalah penyakit pada hati akibat HVB. Pada orang dengan hepatitis B biasanya memerlukan waktu lama dalam terapinya karena hepatitis B sifatnya irreversibel, berbeda dengan hepatitis A yang reversibel.

Pasien ini juga mengalami kolesterol tinggi.

Guna terapi :

Simvastatin digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol pada pasien. Digunakan 1 x sehari pada malam hari.

Diazepam 5 mg digunakan untuk antiansietas, mengurangi derajat kecemasan pasien. Digunakan 2 x sehari pagi dan malam hari.

Metioson dan curcuma merupakan suatu hepatoprotektor. Untuk metioson digunakan 2 x sehari dan untuk curcuma digunakan 3 x sehari.

Konseling :

          Obat yang di R/ kan dengan cara minum, waktu minum, dan mekanisme obat yang mempengaruhi kondisi penyakit pasien.

          Memberikan advice kepada pasienmengenai pentinngya kepatuhan dalam menjalankan terapi.

5.      Tn AK

Berobat dari poli mata

R/ kloramfenikol

     S 4 dd 1 gtt

     Garamisin

     S 3 d d 1

 

Konseling yang diberikan :

Penjelasan singkat mengenai penyakit :

Pasien mengalami infeksi mata.

Guna terapi :

Kloramfenikol merupakan antibiotik yang biasa diberikan pada pasein infeksi mata. Obat ini bekerja dengan manghambat sintesis dinding sel bakteri.

Garamisin merupakan antibiotik aminoglikosida.

Konseling :

          Menjelaskan mengenai obat yang digunakan dan menjelaskan cara pemakaian obat tetes mata ( kloramfenikol ) dan salep mata ( garamisin ) disertai dengan peragaan kepada pasien.

6.      Ny M

R/ nystatin 10000 iu

     S 1 d d

   

Konseling yang dilakukan :

Pasien mengalami keputihan

          Obat yang di R/ kan dengan cara minum, waktu minum, dan mekanisme obat yang mempengaruhi kondisi penyakit pasien.

          Menjelaskan mengenai hal yang harus dihindari, termasuk hubungan seks.

          Menjelaskan mengenai cara – cara pencegahan yang bisa dilakukan oleh pasien

          Memberikan anjuran untuk melakukan kontrol bisa setelah terapi tidak membaik

7.      Ny ST

R/ Na diklofenak 50 no xv

     S 2 d d 1

     Vitaneuron no xv

    

     Epsonal

     S 2  d d 1

 

Konseling yang dilakukan:

Pasien mengalami sakit pada pinggang, daerah paha.

Guna terapi :

Na diklofenak digunakan untuk mengatasi nyeri yang dialami oleh pasien. Obat ini diminum bersama makan untuk mencegah rasa tidak nyaman pad lambung.

Vitaneuron merupakan vitamin neurotropik, pada pasien ini diberikan untuk terapi defisiensi B 1.

Epsonal digunakan untuk relaksan otot terutama pada bagian otot yang tegang karena radang seperti daerah pinggang dan paha.

Konseling :

          Obat yang di R/ kan dengan cara minum, waktu minum, dan mekanisme obat yang mempengaruhi kondisi penyakit pasien.

          Pasien melakukanolahraga ringan untuk membiasakan otot bekerja dan memperbaiki tonus

          Saat olahraga, lakukan peregangan, dan pendinginan sebelum dan sesudah olah raga

          Istirahat yang teratur

          Berganti – ganti posisi saat bekerja, jangan terlalu lama dalam posisi yang sama

katalog kimia

Januari 21, 2009

eBook Kimia yang tersedia

An Introduction to Analytical Atomic Spectrometry ( 1998 )
An Introduction to Computational Biochemistry ( 2oo2 )
Analytic Atomic Spectroscopy With Flames and Plasmas ( 2002 )
Analytical Biochemistry ( 1998 )
Analytical Methods for Food Additives ( 2004 )
Alternative Sweeteners (2001)
Annual Reports in Medicinal Chemistry vol 39 ( 2004 )
Annual Reports in Medicinal Chemistry vol 40 ( 2004 )
Antioxidants In Food Practical Application (2001)

Basic Concepts in Biochemistry A Students Survival Guide ( 2000 )
Bioanalytical Chemistry ( 2004 )
Biochemistry of Lipids, Lipoproteins, and Membranes ( TT )
Biochemistry of Signal Transducting and Regulation ( 2003 )
Biochemistry Stryer ( TT )
Biochemistry The Chemical Reactions of Living Cells ( TT )
Bioinorganic Chemistry A Short Course ( 2002 )

Catalist for Chemical Synthesis ( 2002 )
Coffee, Tea, Chocolate, And The Brain (2004)
Chemical Solution Deposition of Semiconductor ( 2002 )
Chemical Bonding ( 2001 )
Chemistry of Protein Conjugation adn Cross Linking ( 1993 )
Chromatography Theory ( 2002 )
Color Atlas of Biochemistry ( 2005 )
Computational Biochemistry and Biophysics ( 2001 )
Contemporary Drug Synthesis ( 2004 )
Crystallization Process Systems ( 2002 )

Dairy Chemistry and Biochemistry ( 1998 )

Encyclopedia Spectroscopy Spectrometry ( 2000 )

Food Safety And Toxicity (1997)
Food Safety A Reference Handbook (2000)
Food Chemical Codex ( 2004 )
Flavor In Food (
Fundamentals of Organic Chemistry ( TT )

Glow Discharge Plasmas in Analytical Spectroscopy ( 2003 )
Guidebook to Mechanism in Organic Chemistry ( 1985 )

Handbook of Pesticides ( 1998 )
Handbook of Thin Layer Chromatography ( 2003 )
Harper’s Biochemistry ( 2003 )
How to Solve Word Problems in Chemistry ( 2001 )
HPLC Methods for Pharmaceutical Analysis ( 1997 )
HPLC Method Recently Approved Pharmaceutical ( 2005 )

Illustrated Pocket Dictionary – Chromatography ( 2004 )
Industrial Organic Chemistry ( 2004 )
Infrared Spectroscopy – Ultrathin Film ( 2003 )
Inorganics Biochemstry of Iron Metabolism from Molecular Mechanism ( 2001 )
Inorganics Biochemistry ( 2006 )
Interfacial Catalysis ( 2003 )
Introduction to Medicinal Chemistry How Drugs Act and Why ( TT )

Laboratory Experiments for General, Organics, and Biochemstry ( TT )
Lehninger Principles of Biochemistry ( TT )
Liquid Chromatography Column Theory ( TT )

March Advanced Organic Chmemistry ( 2001 )
Mass Spectrometry Basic Approach ( 2004 )
McGraw Hill Dictionary of Chemistry ( 2003 )
Medicinal Chemistry A Molecular ang Biochemical Approach ( 1988 )
Modern Advances in Chromatography ( 2002 )
Modern Analytic Chemistry ( 2000 )
Modern Arene Chemistry ( 2002 )
Modern Spectroscopy ( 2004 )
Multidimentional Chromatography ( 2002 )

N ono The Nitro Group in Organic Synthesis ( 2001 )
Named Organic Reaction ( 2005 )
New Ingredients In Food Processing (1999)
Nutritional Biochemistry Of The Vitamin (2003)
Nutritive Value f Food (2002)
NMR Spectroscopy ( TT )

Oil Extraction and Analysis ( 2004 )
Organic Chemistry Hoffman ( 2004 )
Organic Chemistry Clayden ( TT )
Organic Chemistry Bruce ( TT )

Peptides Chemistry and Biology ( 2002 )
Pharmaceutical Chemistry Analysis ( 2006 )
Pharmaceutical Manufacturing Encyclopedia ( 1988 )
Physical Chemistry of Food ( 2003 )
Practical Organic Chemistry Include Qualitative Organic Analysis ( 1974 )
Principles of Biochemical Toxycology ( 2000 )
Protective Group in Organic Synthesis ( 1999 )
Protein NMR Techniques ( TT )

RB Grossman The Art of Writing Reasonable Organic Reaction ( 2003 )
Reactive Polimers ( 2005 )

SR Mikkelsen Bioanalytical Chemistry ( 2004 )
Solvent Effects and Chemical Reactivity ( 2002 )
Spectrometric Identification of Organic Compounds ( TT )
Spectroscopy of Rocks and Minerals, and Principles of Spectroscopy ( 1999 )
Surface Activity of Protein ( 1996 )
Surface and Interfacial Organometallic ( 2005 )
Surfactans and Interfacials Phenomena ( 2004 )

The Analysis of Controlled Substances ( 2003 )
The Biochemistry Inorganic Polyphosphates ( 2004 )
The Food Safety Information Handbook (2001)
The Vocabulary and Conceptsof Organics Chemistry ( 2005 )
Thermodinamics of Biochemical Reactions ( 2003 )

Understands Mass Spectroscopy Basic Approach ( 2004 )

Wiley Advances in Chemical Physics ( 2002 )
Wiley Quantum Medicinal Chemistry ( 2003 )

katalog farmakologi, farmakoterapi, software

Januari 21, 2009

Katalog E Book yang tersedia. judul buku (tahun terbit)

A to Z drug’s fact (2003)
A Guide to Dissection of Human Body (2004)
A Guidelines For Management Of Heart Failure (2001)
Adherence to Long Term Therapies (2003)
Advances Cardiac Life Support (TT)
Advanced Therapies In Gastroenterology and Liver Diseases (2005)
AHFS drug information (2004)
Allergy an atlas on investigation and management (2006)
Amedeo Challenge (2007)
Antiinfective Drugs (TT)
Antiviral Drug Discovery For Emerging Diseases (2005)
Antibiotics Theraphy For Geriatrics (2006)
Antibiotic Policies Theory and Practice (2005)
Antibiotics as AntiInflamattory and Immunomodulatory Agents (2005)
Anxiety Dissorders an Introduction to Clinical Management (2001)
Aspirin and Related Drugs (2004)
Asthma Management Handbook (2002)
Appleton And Lange Review Of Pharmacy (2001)

Basic and clinical pharmacology (2003) Katzung
Basic and clinical pharmacology (2007) Katzung
Baums Textbook Of Pulmonary Diseases (2003)
Behrman Nelson Textbook Of Pediatrics (2003)
Benson Pernoll’s Handbook Of ObsGyn (2001)
Bloood Studies (TT)
Bone and join future (2002)
British National Pharmacopeia/BNF 50 (2005)

Cancer Therapeutic Regimens (2006)
Cancer Topics In Medicinal Chemistry (2007)
Cecil Texbook Of Medicine (TT)
Cardiovascular physiology concept (TT)
Ciccone Pharmacology In Rehabilitation (2007)
Clinical Evidence (2006)
Clinical Guidelines On Obesity In Adult (1998)
Clinical medicine (TT)
Clinical Pediatrics Neurology (2005)
Clinical pharmacy and therapeutics (TT)
Clinical radiology (2000)
Clinical Study Management (2004)
Clinical Trials Risk Management (2006)
Clinicians Pocket Drug Reference (2008)
Color atlas of pharmacology (2000)
Complication of pregnancy (2000)
Complete Blood Count (TT)
Critical Care (1999)
Critical Care And Cardiac Medicine (2005)
Current Clinical Strategics – Manual Of HIV/AIDS (2003)
Current Clinical Strategics – Medicine (2005)
Current Clinical Strategics – Pediatrics (2004)
Current Diagnosis And Treatment In Cardiology (2002)
Current Diagnosis And Treatment In Gsatroenterology (2002)
Current Medical Diagnosis And Treatment (2006)
Current Pediatrics Diagnosis And Treatment (2006)

Designing Clinical Reseacrh (2007)
Diabetes In Old Age (2001)
Dietary ReferencesIntake Vitamins, Minerals (2001)
Drug Residues In Food Pharmacology, Food Safety, And Analysis (2000)
Differential Diagnosis (2000)
Drug abuse handbook (1998)
Drug Delivery System (2008)
Drug Induced Liver Diseases (2007)
Drug Information Guide For Pharmacist (TT)
Drug-Drug Interactions(2008)
Drug 2008 (2008)
Drug In Pregnancy And Lactation (2001)
Drug metabolism Currnet Concept (2005)
Drug regimen compliance (1999)

Emergency neuroradiology (2006)
Evidence Base Of Clinical Diagnosis (2002)

Fundamental immunology (2003)
Family Medicine (2006)
Female Pelvic Floor (2007)
Fischbach A Manual Of Laboratory And Diagnostics (2003)
Freud A to Z (2005)
Free Medical Information (2005)

Ganong Review Of MEdical Physiology (2005)
Generic Drug Study (2002)
Guidelines And Diagnosis Management For Asthma (1997)
Guidelines For Programmatic Management Of Drug Resistance TB (2006)
Guidelines CPhA Urinary Track Infections (2004)
Guidelines SIGN Management Of Suspected Bacterial Urinary Tract Infection In Adult (2006)
Guidelines EAU On Urinary And Male Genital Trat Infection (TT)

Handbook Of Antimicrobial Drug Theraphy (2005)
Handbook of clinical drug’s data (2002)
Handbook of drug screening (2001)
Handbook Of Pain Management (2002)
Handbook Of Parenteral Drugs (TT)
Handbook Of Pathophysiology (2001)
Handbook Of Standard Operation Procedures For Good Clinical Practice (2004)
Harrison’s Manual Of Medicine (2005)
Harrison’s Priciple Of Internal Medicine (2001)
Histopathology specimens (2004)
History And Physical Exam (2005)
HIV Medicine (2005)
HIV MEdicine (2007)
How To Survive Anaesthesia (2002)

ICU Protocols (2001)
Infectious Diseases A Clinician Guide To Current, Diagnosis, Treatment (2003)
Influenza Reports (2006)
Inflammatory atherosclerosis (TT)
Integrative Medicine (2002)
Inside The FDA (2005)
Introduction clinical pharmacology (TT)
IV Fluid Therapy (2003)

JNC On Prevention, Detection, And Management Of HBP (2004)

Kidney and blood pressure regulation (2004)
Kistner Gynecology And Woman’s Helath (1999)

Laboratory Manual And Workbook In Microbiology (2002)

Mathematicals Statistics (1999)
Management Of CHF (2007)
Management Of Multiple Drug Resistance Infection (2004)
Manual Of Allergy And Immunology Diagnosis And Therapy (2002)
Manual Of HIV/AIDS (2003)
Manual Of Laboratory And Diagnostics Test (2000)
Manual Of Rheumatology (TT)
Medfacts Pocket Guide Of Drug Interactions (2004)
Medical Management of HIV Infection (2002)
Medical pharmacology at a glance (2002) Neal
Medical Terminology An Illustrated Guide (TT)
Medical physiology (TT)
Medicine current clinical strategies (2007)
Meyler’s side effect of drugs (2007)
Metamphetamine Use Clinical And Forensic Aspect (2003)
Modern pharmacology and clinical application (TT)

Nelson Textbook Of Pediatrics (2003)
Neurological Emergency (2003)
Neurology Clinic (2007)
Neuroscience Of Physcoactive Substance Use And Dependence (2004)
New Advances In Migraine Treatment (2006)
Normal Lab Values (2001)
Nutritional Management Of DM (2003)
Nursing Introductory Clinical Pharmacology (TT)
Novak’s gynecology (2002)
Nutrition and heart diseases (2004)

Obstetrics and gynecology (2001)
obstetrics Anesthesia Handbook (2006)
Ophtalmic Drug Facts (TT)
Ophtalmic Drug Guide (2007)
Outpatient Medicine (2005)
Oxford Handbook Of Critical Care (2005)
Oxford Textbook Of Geratric Medicine (2000)
Oxford Textbook Of Medicine (2003)

Patty’s Toxicology (TT)
PDR OTC Guide (TT)
PDR Family Guide To Prescription Drug (TT)
Pediatric Drug Reference (2004)
Pediatric Oncology (2006)
Pediatric Treatment (2004)
Perinatal Guidelines And Resources Appendix A (TT)
Peitzman The Trauma Manual (2002)
Personality Disorders In Modern Life (2004)
Pathofisiology of diseases An Introduction To Clinical Medicine (2005)
Pharmaceutical Care Practice The Clinicians Guide (TT)
Pharmacoepidemiology (2000)
Pharmacokinetics-pharmacodinamics modeling and  simulating (2006)
Pharmacological basic and therapeutics (2006)
Pharmacology (2000)
Pharmacology Flash Card (TT)
Pharmacotherapy Alcoholism (TT)
Pharmacotherapy And The Future Of Drug War (2004)
Pharmacotherapy Consencus Statement On Evaluation Of Outcome (1999)
Pharmacotherapy Of Opioid Dependence (2002)
Pharmacotherapy a pathophysiology approach  (2005) dipiro
Pharmacotherapy Handbook Dipiro (2006)
Pharmacotherapy Principles And Practice Dipiro (2008)
Pharmacogenomics In Drug Discovery (2008)
Physicians Drug Resources (2005)
Prescibing Drug In Pregnancy (1999)
Pocket Guide To Critical Care Pharmacotherapy (2008)
Pocket guide of drug’s interaction (2004)
Preventing medication errors (2007)
Preventing medication errors improve drug therapy outcome (2003)
Practical training and research in gynecologic endoscopy (TT)
Principles And Practice Of Clinical Bacteriology (2006)
Principles Of medical Statistics (2002)
Principles Practice Of Intravenous Therapy (2002)

Quick Medical terminology (TT)
 
Radiology Made Riddiculously Simple (2000)
Robin and Kotran pathologic of diseases (2005)
Restoration Of Teeth (TT)

Safety Pharmacologic In Pharmaceutical Development (2004)
SARS Reference (2003)
Schaum human anatomy and physiology (2001)
Selective Serotonin Reuptake Inhibitor (1999)
Sleep Disturbances And Healthy Sleep (2004)
Sport Chinese, Mind, Boxing (2004)
Smoking Puzzle Information Risk Perception  Choice (2003)
Statistical Methods For Health Science (1999)
Small Clinical Trials Issues And Challenge (2001)
Sexual Transmitted Diseases Guidelines (2006)
Stockley’s drug interaction (2005)

Textbook Of Cardiovaskular Medicine (2001)
Textbook Of Helathcare Ethics (2002)
The Addiction Counselors Desk Reference (2005)
The Bluebook Guidelines For The Control Of Infectious Diseases (2005)
The Cancer Handbook (2003)
The Ethics Of Terminal Care (2002)
The ICU Book (TT)
The Use Vaccinations For Against Avian Influenza (2000)
TNF Alpha Inhibitors (2006)
Treatment Guidelines For Medicine And Primary Care (2004)
Tuberculosis (2007)
The addiction counselor desk reference (2005)
The female pelvic floor (2007)
Treating drug’s problems (2005)

Using The Pharmaceutical Literature (2006)

Wagner Marriott’s Practical Electrocardiography (2001)
Wallach Interpretation Of Diagnostic Test (2000)
Washington Manual Of Diagnosis And Therapy (TT)
Washington Manual Of Medical Therapeutics (TT)
WHO Adherence To Long Term Therapy (2003)
WHO TB Guidelines (2006)
Williams Obstetrics (2001)
Williams endocrinology (2003)

Bentuk Folder Lengkap :
ABC SERIES
ADVANCED ORGANIC CHEMISTRY
APPLIED THERAPEUTICS THE CLINICAL USE OF DRUGS
ARCMESA Educators
AMERICAN JOURNALS OF PHARMACEUTICAL EDUCATIONS
FUNDAMENTALS pHYCOPHARMACOLOGY
GMP 2001
ONCOLOGY
OBESITY DIABETES
FORENSIC
PLANTS PHYSIOL TAIZ ZEIGER
PRINCIPLES OF TOXICOLOGY
PHARMACEUTICAL JOURNALS ROYAL PHARMACEUTICAL SOCIETY OF GREAT BRITAIN (RPSGB)
RENAL BOOK
PSAP Educators

software :
Drug Interaction
Drug Reference
medical dictionary
handbook of pharmaceutical excipient
merck manual edisi 17
Atlas Of Allergy
British Pharmacopeia 2001
Herbal Medicine 04
Pengontrol Tekanan Darah
Martindale 35
PIO
RR Anatomy
RR Pharmacology
Vitamin Test
Woman Calendar
Stop Prematur Ejaculation
Herbs
For Woman Only
EBM Report
Health
MB Free Color Therapy
My MEdication List
Pharmacy Quiz

katalog industri farmasetika

Januari 21, 2009

katalog eBook teknologi farmasi dan farmasetika yang tersedia

Absorption and Drug Development (2003)
Active Pharmaceutical Ingredients (2005)
Adsorbens Fundamenltals and Application (2003)
Advanced Pharmaceutics Physicochemical Principles (2004)
Affinity Cappilary Electrophoresis in Pharmaceutics and Biopharmaceutics (2003)
Air Sampling and Industrial Hygiene Engineering (2000)
Alcoholoic Fuels (2006)
Assessing Bioavailability of Drug Delivery Systems (2005)

BBB and Drug Delivery to CNS (2000)
Benders Dictionary of Nutrition and Food Technology (2006)
Biopharmaceutical Biochemistry and Biotechnology (2003)
Biscuit Cookies and Crackers Manufacturing Manuals (1998)

Catalytic Naphta Reforming (2004)
Clinical Trials of Drug and Biopharmaceuticals (2006)
Computer Systems Validation (2004)

Drug Targetting Technology (2001)
Dermatological and Transderman Formulation (2002)
Drug Bioavailability (2003)
Drug Manajement WHO / Drug Manajement Supply (2006)
Drug Stability Principles and Practices (2000)

Enzyme and Their Inhibition Drug Development (2005)

Facility Validation Theory Practice and Tools (2004)
Freeze Drying or Lyophilization of Pharmaceutical and Biological Products (2004)

Good Laboratory Practice Regulations (2003)
Good Manufacturing Practice A Plan for Total Quality Control (2001)

Handbook of Food Drug Interaction (2003)
Handbook of Pharmaceutical Manufacturing Formulations – Compressed Solid Products (2004)
Handbook of Pharmaceutical Manufacturing Formulations – Liquid (2004)
Handbook of Pharmaceutical Manufacturing Formulations – OTC Products (2004)
Handbook of Pharmaceutical Manufacturing Formulations – Semisolid (2004)
Handbook of Pharmaceutical Manufacturing Formulations – Sterile Products (2004)
Handbook of Pharmaceutical Manufacturing Formulations – Uncompressed Solid Products (2004)
Handbook of Pharmaceutical Granulation Technology (2005)

Industrial Mineral and Their Use (1996)
Industrial Pharmaceutical Biotechnology (2002)
Injectable Dispersed Systems (2005)
International Phamacopoeia 3rd (2003)
ISO 9001 2000 Quality Manajement Design (2003)

Managing Pharmaceutical Waste (2006)
Method Validation in Phamaceutical Analysis (2005)
Methods and Principles in Medicinal Chemistry Drug Membranes Interactions (2002)
Methods and Principles in Medicinal Chemistry Pharmacokinetics and Metabolism (2001)
Microbiological Application Laboratory Manual (2001)
Micribiological Contaminants Control in Pharmaceutical Clean Rooms (2004)
Modified Release Drug Delivery Technology (2003)

Nanoparticle Technology for Drug Delivery (2006)

Parenteral Quality Control (2003)
Perfumery Principles and Practice (2006)
Pharmaceutical DIssolution Testing (2005)
Pharmaceutical Engineering Change Control (2003)
Pharmaceutical Extrution Technology (2003)
Pharmaceutical Inhalation Aerosol Technology (2004)
Phamaceutical Manufacturing Encyclopedia (1988)
Phamacokinetics and Metabolism in Drug Design (2001)
Physiological Pharmaceutics (2001)
Principles and Practice of Disinfection Preservation and Sterilization (2004)
Principles and Practice of Pharmaceutical Medicine (2002)

Quality Assurance for Pharmaceutical (2004)

Receptor Based Drug Design (2004)
Rheological Methods in Food Process Engineering (1996)

Surfactant Science and Technology (2006)
Sweetener and Sugar Alternatives in Food (2006)

The Future of Drug Safety (2006)
T-Surfactants and Interfacial Phenomena (2004)

Validation and Standard Operating Procedures (2002)
Vegetable Oils for Food Technology (2000)

Waste Treatment in the Process Industries (2006)
Wiley’s Remediation Technologies Handbook (2004)

Yeast in Food and Beverages (2006)

katalog herbal

Januari 21, 2009

daftar E Book Herbal yang tersedia

A complete handbook of nature handbook
A treatise of phytochemistry (2002)
Agricultural medicine (2006)
Alien species and evolution

Biologiccaly active natural product (1999)
Biochemistry And Molecular Biology Of Antimicrobial Drug Action (2005)
Biodiversity (2003)
DNA – The secret Of Life (2003)
Cannabis alchemy (1979)
Communication in plant (neuronal aspect) (2006)

Dictionary of bioscience (2003)

Essentials Of Chinese Acupuncture (1980)
Essentials Of Complementary Alternative Medicine (1999)

Functional Genomics Methods In Moleular Biology (TT)

Green tea
Green plants

Handbook of experimental pharmacology (cannbioids) (2004)
Handbook of herbs and spices (2001) jilid 1
Handbook of herbs and spices (2001) jilid 2
Herbal guide
Herbal medicine (2004)
Herbal medicine for human health (1992)
Hydroponics Dept Of Agriculture (TT)
Hydroponics For Home Gardener (TT)

Material medika Tibet (2006)
Material medica of payyanur (2004)
Medicinal natural product (2002)
Molecular Biology Of The Cell (2003)

Natural standard (2004)
Neem indian material medika (1999)
Nutritional supplements guide

Oxidants And Antioxidants, Ultrasrtucture And Molecular Biology Protocols (TT)
Origin Of Species Charles Darwin (TT)

Physiomedical therapeutics, material medika and pharmacy (1932)
Plants that fights cancer (2004)
Probiotic Solution (2003)

Tai Chi Chuan (2002)
The Gods Genetics (1998)
The biotech age (2000)
The review of natural products (2004)
The Biogenesis Of Cellular Organelles (2005)
Textbook of natural medicine (1999)

WHO monographs on selected medicinal plants (1999)

Hati-Hati Mengkonsumsi Vitamin C

Januari 21, 2009

Konsumsi vitamin di masyarakat sudah menjadi kebiasaan, hal itu ditambah pula dengan banyaknya iklan mengenai fungsi vitamin bagi tubuh kita, mulai dari menambah nafsu makan, memperbaiki tingkat imunitas tubuh sampai kepada hal yang berhubungan dengan menaikkan tingkat kebugaran seseorang. Namun masyarakat relative tidak mengetahui side effect atau efek samping dari penggunaan vitamin dalam jangka waktu panjang dan penggunaan yang tidak terkontrol.

Vitamin merupakan suatu subyek organic yang diperlukan tubuh dalam jumlah yang kecil. Vitamin tidak disintesis oleh tubuh kita, atau disintesis dalam jumlah yang kecil atau tidak mencukupi, sehingga kita harus mencukupi kebutuhan vitamin ini dengan asupan vitamin dari luar melalui makanan yang bergizi. Menurut kelarutannya vitamin terbagi menjadi vitamin yang larut lemak yaitu vitamin A,D,E, dan K serta vitamin yang larut air yaitu B, dan C.

Di pasaran, vitamin ini termasuk golongan obat yang dapat diperjualbelikan secara bebas. Vitamin tersedia dalam bentuk tunggal yang berisi hanya satu jenis vitamin seperti vitamin A, vitamin C, dan bentuk kombinasi yaitu multivitamin seperti vitamin B kompleks.

Pada orang yang normal yang tidak mengalami sakit dan tidak dalam kondisi yang membutuhkan asupan vitamin yang banyak, maka kebutuhan vitamin ini dapat tercukupi oleh konsumsi makanan sehat, meskipun memang ada beberapa kondisi yang membutuhkan vitamin dalam jumlah banyak, seperti kondisi malnutrisi, defisiensi vitamin, dan keadaan lainnya. Namun satu hal yang harus diperhatikan adalah penggunaan vitamin yang berlebihan pada orang normal yang kondisinya tidak membutuhkan vitamin dalam jumlah banyak, maka penggunaan yang berlebihan tersebut akan menimbulkan efek yang tidak diharapkan.

Dari sebuah penelitian yang dilakukan, dari berbagai jenis vitamin yang ada, masyarakat paling banyak mengkonsumsi vitamin C. baik dalam bentuk tunggal maupun kombinasi multivitamin. Baik yang mempunyai bentuk sediaan ( dosage form ) tablet, ataupun bentuk sediaan lainnya seperti effervesen maupun dalam bentuk liquid atau cairan.

Vitamin C merupakan vitamin yang larut air. Vitamin ini dieksresikan dari dalam tubuh melalui ginjal dan tidak disimpan dalam tubuh dalam jumlah besar, sehingga terdapat kemungkinan untuk defisiensi vitamin ini. Vitamin C berfungsi diantaranya untuk hidroksilasi prolin, dan pembentukan kolagen. Dalam satu hari vitamin C diperlukan tubuh kira- kira 100 mg.

Meski merupakan komponen penting dari tubuh, penggunaan atau asupan vitamin ini tetap harus diperhatikan dan tidak boleh berlebihan. Pada penggunaan yang berlebihan vitamin C dapat mengakibatkan resiko gigi berlubang dan resiko untuk terkena osteoporosis.

Asupan yang banyak dari vitamin C menimbulkan efek kompensasi yaitu vitamin C tersebut dieksresikan dalam jumlah banyak pula dari dalam tubuh. Ketika dieksresikan atau dikeluarkan dari dalam tubuh melalui urin, vitamin C mengikat kalsium untuk sama-sama dikeluarkan dari dalam tubuh.

Pada penggunaan jangka panjang, kalsium yang dieksresikan pun semakin banyak. Kalsium yang pertama kali diikat oleh vitamin C untuk dikeluarkan adalah kalsium yang berasal dari gigi, sehingga ketika banyak kalsium yang dieksresikan berkorelasi dengan kekurangan kalsium gigi yang mengakibatkan gigi mudah berlubang dan rapuh.

Selain kalsium gigi, vitamin C mengikat kalsium yang berasal dari tulang-tulang. Asupan yang berlebihan dapat mengikat kalsium tulang lebih banyak pula untuk dieksresikan dari tubuh. Yang dalam jangka waktu lama tulang akan kehilangan kalsium yang berakibat dapat meningkatkan resiko terkena osteoporosis.

Oelh karena itu hendaknya kita bijak dalam menggunakan vitamin, terutama vitamin C ini agar tidak menimbulkan efek yang merugikan bagi tubuh kita sendiri. Dan meskipun vitamin C merupakan obat yang bebas diperjualbelikan, hendaknya meminta saran ahli dalam penggunaannya. Dan semoga kita menjadi semakin melek kesehatan.